SPEKTAKULER, KEBERSAMAAN WAYANG KULIT vs WAYANG SI-GEMPAL.

0
378

Sebuah kemasan tontonan sekaligus tuntunan yang patut mendapatkan apresiasi semua pihak, atas Pergelaran Wayang Kulit yang diwarnai Sosialisasi menarik Aksi-Gerakan Kembali ke Pangan Lokal (SI-GEMPAL), melalui Logo SI-GEMPAL dalam bentuk “wayang”. Sebagaimana pergelaran wayang kulit di Jl.  Batanghari Lumajang,  Sabtu,  21/04/18.

Pergelaran wayang dengan cerita Wahyu Makutho Romo oleh Dalang Ki Yoyok Risdiyanto asal Tempursari Lumajang, sungguh menarik dan sarat dengan petuah kehidupan manusia.  ” Pelestarian Lingkungan dan Pangan, merupakan salah satu delapan ajaran atau wahyu dalam Hasto Broto ” demikian salah satu ungkapan sang Dalang.

Atas dasar fatwa Sang Dalang,  Paiman Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dinas Ketapang) Lumajang,  yang hadir dan menikmati pergelaran,  tampil mantap dengan kidungan khasnya, Kidungan SI-GEMPAl.  Dengan gaya khasnya Paiman,  menyiapkan sebuah wayang,  yaitu Wayang Sigarpun Bulat dan Wayang Si-Gempal.

Dengan mantap dan cerdasnya,  Paiman mengurai makna dan filosofi Wayang Logo tersebut. ” Cerita Wahyu Makutho Romo malam ini,  sangat selaras dengan komitmen kita para petani dan masyarakat Lumajang,  yakni Program Sigarpun Bulat dan Si-Gempal ” ungkap Paiman secara serius,  yang diamini penonton. Selanjutnya dikatakan,  kalau bukan kita, siapa lagi yang nguri-nguri Pangan Lumajang ini. ” Pangan Lumajang Sehat dan Mantap,  seyognya kita wajib cinta pangan lokal Lumajang ” kata Paiman.

Seiring ungkapan Paiman,  sang Dalang menimpali,  sepakat. Dan jajaran Pecinta Wayang Lumajang,  siap dukung Si-Gempal. ” Kita doakan Pangan Lumajang Mantap ” demikian kata Sang Dalang,  sambil ditambahkan, kapan Bopo Paiman punya gawe Mantu dan nanggap Wayang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here